Ingin Rupiah disegani di Dunia
Oleh :
Zulfa Nabila Putri
31 Juli 2018
Momentum perekonomian Indonesia butuh ahli-ahli ekonomi yang bisa
membuat nilai tukar rupiah ada keseimbangan dengan mata uang lain agar investor
asing mau menanamkan modalnya diberbagai sektor wirausaha di Indonesia, akan
tetapi bukan untuk diakui seenaknya saja kekayaan yang dimiliki negara ini.
Sehingga orang-orang pribumi tidak menjadi tamu di rumah sendiri.
Maka dipandang perlu tenaga ahli asli Indonesia diberbagai sektor,
oleh karena itu pemerintah wajib merepormasi dunia pendidikan bukan sekedar
memahami dan mengerti. Akan tetapi harus bisa menguasai berbagi ilmu untuk di
implementasikan secara nyata. Para pejabat pemerintah harus bisa menghilangkan
hidup konsumtip dan ketamakan, agar pembangunan berkualitas, baik itu
pembangunan imprastruktur, maupun meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
Sementara di Indonesia kesenjangan antara kaya dan miskin begitu
jomplang, sehingga yang menikmati imprastruktur yang mewah orang-orang kelas
menengah ke atas, dan sementara orang yang ada digaris kemiskinan untuk
mendapatkan fasilitas yang serba mewah sangat tidak mungkin. Sebagai contoh dalam
pelayanan kesehatan, yaitu walaupun mempunya kartu Indonesia sehat atau BPJS
Kesehatan, yang seharusnya obat-obatan tersedia di rumah sakit pemerintah
ternyata si pasien harus membeli keluar karena tidak tersedianya di rumah sakit
pemerintah. Serta penanganan terhadap pasien BPJS yang Nampak kurang mampu sering
dipersulit.
Perekonomian di Indonesia yang berada di garis kemiskinan selalu
dihadapkan terhadap kebutuhan sembilan bahan makanan pokok (sembako) dengan
harga yang selalu naik, karena pemerintah tidak bisa menstabilkan harga-harga
tersebut. Sangat ironi momentum pertemuan IMF-Word Bank di Bali berdampak
kepada masyarakat disebabkan, korupsi ditingkat atas tidak bisa dihentikan
dikarenakan pejabat-pejabat dilegislatif maupun di eksekutif dan yudikatif
kehidupannya terlalu mewah. Tidak merasakan masyarakat dibawah yang membutuhkan
lapangan pekerjaan akan kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, bahan makan pokok
untuk sehari hari.
Dengan kesenjangan ini selalu terjadi di masyarakat pencurian,
pemerkosaan, perceraian, dan pengangguran. Oleh karena itu para pemangku
kebijakan sudah seharusnya turun kebawah membantu masyarakat melatih kemampuan
berwirausaha agar bisa mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan hidupnya.
Para pemangku kebijakan bila
turun kebawah biasanya hanya sewaktu waktu bila ada kebutuhan pemilihan
legislatif, pemilihan gubernur, dan pemilihan bupati/walikota. Kalau tidak ada
kebutuhan boro-boro mau melihat keadaan masyarakat dibawah. Maka kecenderungan
rakyat Indonesia apabila ada pesta demokrasi mangpang-mungpung mengalir rezeki
5 tahunan. Sehingga rakyat Indonesia dididik untuk tidak mandiri. Sudah
seyogyanya politik uang dalam pesta demokrasi harus segera dihilangkan.
Syukur alhamdulillah napi koruptor tidak bisa menentukan alur
pemerintahan. Insya allah perekonomian Indonesia apabila semua pemangku
kebijakan mau memakai, hati, rasa, juga nuraninya untuk melaksanakan tugas
pokok pekerjaannya sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, juga
menghormati adat istiadat setiap daerah. Agar tiap daerah bisa memajukan perekonomiannya
dengan kekayaan alam yang dimiliki.
Sudah seharusnya dihilangkan monopoli para pengusaha yang memberikan
sebagaian pengahasilanya hanya untuk memuluskan atau mendapatkan proyek-proyek
besar. Sehingga yang besar ya besar PAD nya dan yang kecil ya kecil PAD nya.
Oleh karena itu apabila suatu daerah mempunyai hasil tambang yang
besar berarti daerah itu dalam segi pendidikan juga kesejahteraan masyarakatnya
harus benar-benar direalisasikan. Sementara tambang emas di Papua (fre port),
batu bara di Kalimantan itu sebagai contoh mengapa yang menikmati kemewahannnya
kebanyakan hidup di ibu kota, sementara rakyat papua perihal perekonomiannnya, pendidikannya
sering bisa kita lihat bagaimana?
Bukan hanya Bapak Presiden Jokowidodo dan kementrian soial,
keuangan, pendidikan, dan pariwisata yang peduli akan keberlangsungan hidup
daerah pepadalaman Papua dan perbatasan Kalimantan. Akan tetapi semua warga
msyarakat harus menjungjung tinggi nilai-nilai pancasila, sebab nilai tersebut
untuk dilakukan bukan hanya sekedar dipajang didinding atau tertera dibuku
untuk dibaca.
Jawa barat yang padat akan penduduk, perihal pembangunan imprastrukturnya
kebanyakan di perkotaan, sehingga daerah-daerah pelosak kekurangan
sarana-prasana padahal Presiden Jokowi dalam 4 tahun terakhir ini mengucurkan
dana sebesar 147 Triliun ke desa-desa pelosok, apakah nilai itu kurang besar?
Sedangkan di Jakarta banyak masyarakat perantau yang tujuannnya
mencari pekerjaan. Karena meraka beranggapan bahwa mencari pekerjaan di daerah
ibu kota mudah, nyatanya pekerjaan yang ada di ibu kota jikalau tanpa memegang
pengalaman atau sertifikat sekolahnya itu sama saja mencari mati. Dan sehingga
banyak pengangguran serta munculnya rumah-rumah dibantaran kali dan sungai.
Dan apakah pemangku kebijakan
melihat Imprastruktur sarana-pransarana di Indonesia yang kurang? Yang
dibicarakan pemerintah hanya sekedar 2019 ganti presiden!
Oleh karena itu mnafaatkan sumber daya yang Indonesia miliki
seefisien mungkin untuk mengembalikan harga rupiah.
Dan menghilankan isitlah “Kesenjangan ini semakin terlihat
karena negara Indonesia yang belum sepenuhnya merdeka, hanya terlihat dari luar
negara ini merupakan negara merdeka. Sebab pengangguran, kemiskinan, kurangnya
pendidikan karena biaya terlalu tinggi masih marak.”
Seyogyanya semua warga negara Indonesia menghargai perjuangan para
pahlawan yang telah melawan penjajah bukan menyeru dalam buku pelajaran sekolah
dan beberapa buku atau artikel lain. Siswa-siswi disekolah harus belajar giat
agar bisa berguna untuk negara akan tetapi para pejabat pemerintahan berlaku
komsumtip. Apakah mereka tidak malu dengan siswa-siswi yang berada dibangku sekolah.
Dan mereka memberi bayangan buruk terhadap siswa-siswi
Maka dari gagasan ironi adanya pertemuan ajang IMF-Word Bank
atau yang lainnya akan berdampak pada masyarakat Indonesia harus
dihilangkan menjadi adanya pertemuan ini sangat berdampak pada masyarakat
Indonesia.
Dan rakyat Indonesia dapat optimis meskipun listrik, BBM, sembako,
biaya pendidikan dan kebutuhan sandang, pangan dan yang lainya turut naik serta
dampaknya akan terasa pesat.
Dengan adanya
momentum-momentum Indonesia sebagai tuan rumah berlangsungnya sebuah ajang
internasional mungkin dapat menjadi peluang besar untuk mengenalkan
keanekaragaman alam, budaya, serta keintelekan warga pribumi kepada dunia.
Sehingga Indonesia
tidak dipandang sebelah mata oleh Negara-negara maju, sebab Indonesia akan
segera menjadi negara maju. Asalkan pemerintah mengelola dana anggaran dengan
baik bukannya dimakan dan diselundupkan keberbagai pihak sehingga banyanknya
tindak pidana korupsi atas penggelapan uang. Dan adanya kesadaran untuk
menghilangkan maraknya politik uang untuk mereka yang bertaraf hidup mewah yang
ingin menjadi anggota legislatip.
Dan oleh karena
itu semakin berkurangnya tindak pidana korupsi dan kesadaran dari pemangku kekuasaan
terhadap sarana-prasana terutama pendidikan yang mampu mendorong ekonomi
bangsa. Mengapa? Karena kualitas dan kuantitas pendidikan anak bangsa dapat
membantu memberikan gagasan-gagasan untuk Indonesia maju, jadi tidak perlu
kalah pamor dengan Negara Republik Rakyat China yang akan bersaing dengan pasar
dagang Amerika Serikat.
Persaingan pasar
dagang dari dua belah negara tersebut akan berdamapak kepada dunia terutama
Indonesia sebab nilai rupiah yang lemah.
Adanya kekayaan
alam yang Indoneisa miliki akan membantu menstabilkan nilai rupiah. Dan memungkinkan
tingkat kurs jual dan kurs beli rupiah naik secara perlahan dan nilai rupiah
tidak diremehkan tetapi disegani oleh berbagai negara, sebab mampu menstabilkan
kembali nilai rupiah dengan cepat.
Dan adanya
pertemuan tahunan IMF - Word Bank yang diselenggarakan di Indonesia dan
dijadwalkan akan dihadiri oleh 18.000 dari 189 negara di dunia. Para delegasi
itu diataranya kepala negara, mentri keuangan, gubernur bank sentral, pelaku
keuangan dan ekonomi, praktisi, akademisi, hingga lembaga swadaya masyarakat.
Tidak lupa akan dihadiri oleh 10 pimpinan ASEAN (Organisasi yang beranggotakan
negara di kawasan Asia Tenggara). Akan membantu negara Indonesia disegani
diberbagai negara dan apalagi mentri keuangan Sri Mulyani yang pernah menjabat
di Word Bank.
Serta perwakilan
diplomatic atau siapapun pejabat pemrintah dan pelaku keuangan negara atas
pertemuan IMF-Word Bank harus mengakan dasar pancasila, dan tidak boleh goya
sepeti beberapa tahun kebelang, Indonesia sempat menghadiri pertemuan IMF dan
mendapat saran mengenai keuangan dan perekonomian yang membuat mata uang rupiah
melemah.
Solusi atau saran
dari organisasi dunia atau dari hubungan diplomatik negara antra negara sebaiknya dengarakan
kemudian simpulkan, dan sebelum mengambil keputusa alangkah baiknya berfikir
dua kali atau beberapa kali atas dinamika perekonomian Indonesia kedepannya
bagaimana. Sehingga tidak terjadi jompalang mata uang Indonesia dengan yang
lainnya terutam dolar.
Pertemuan ini pula
akan berdampak sangat besar terhadap kemajuan sarana-prasana Indonesia disegi
apapun, kestabilan hukum, kesadaran pemerintah terhadap kesejateraan dan
kemajuaan Indonesia serta kenaikan pesat dalam pariwisata Indonesia tidak lupa pasar dagan Indonesia semakin
berwawasan sehingga dunia menganal semisal akhir-akhir ini sedang ramai tas
rotan. Terlebil pula waktu diselenggarakannya IMF berdekatan dengan
Asian Games 18, dan kejuaraan anak bangsa meraih medali emas diliga dan
olimpiade internasional.
Komentar
Posting Komentar